logo

Copyright ©2016 YBM PLN

Detail Rubrik

Rindi Remaja Yang Memilih Mengabdi di MD Nurul Hayat

“Disini bukan saya aja yang ngajarin anak-anak mengaji dan ilmu agama, tapi disini saya belajar juga dari anak-anak. Belajar tentang kegigihan mereka belajar ilmu agama, belajar tentang keikhlasan dan saya belajar untuk bersabar dalam menghadapi tingkah laku anak-anak yang kadang sulit diatur,” ujar Rindiani.

Wanita muda kelahiran tahun 2002 ini sudah tiga tahun mengabdi mengajar di Madrasah Diniyah Nurul Hayat yang berada di Jl. Rancabungur, Desa Malakasari, Kec. Baleendah. Rindiani Septi Salwa anak pertama dari tiga bersaudara ini memilih untuk mengajarkan anak-anak yang ada di kampungnya dibandingkan teman-teman seumuran dia.

Madrasah Diniyah Nurul Hayat merupakan salah satu penerima manfaat program insentif guru ngaji dari YBM PLN Pusharlis. Memiliki 149 santri yang setiap bulannya dikenakan biaya sebesar 15ribu. Namun tidak semua anak membayar tersebut, hanya 65% yang bayar SPP.

Rizal selaku Kepala Sekolah MD Nurul Hayat mengungkapkan “Kami disini memiliki 7 orang guru dan 1 orang TU, mereka mengajar 6 hari dalam sepekan dari jam 2 siang hingga jam 6 sore. Awalnya gaji yang mereka terima hanya 150ribu kadang 130ribu kadang kurang, tergantung dari SPP yang didapat dari para santri. Tapi Alhamdulillah setelah dapat bantuan dari YBM PLN, setidaknya para guru setiap bulan dapat 250 hingga 300 ribu.”

Para guru di MD Nurul Hayat dari berbagai macam profesi ada yang ibu rumah tangga, guru honorer, berdagang dan kuliah. Tapi mereka semua memiliki keahlian lebih dibidang ilmu agama. “Karena sudah kewajiban kita untuk mengabdi kepada masyarakat besar atau kecilnya honor yang kita dapat itu tidak berpengaruh. Tapi yang penting pengabdian masyarakat itu bisa berjalan dan anak-anak paham tentang agama,” ujar Rizal.

Ami Rahmi selaku Ketua YBM PLN Pusharlis mengungkapkan “Ini adalah salah satu ikhtiar kami dalam menjejak manfaat di pilar dakwah, semoga dengan bantuan ini dapat menambah sedikit gaji yang diterima oleh para guru ngaji di MD Nurul Hayat.”

Share:


Share to Facebook
Tags: