logo

Copyright ©2016 YBM PLN

Detail Rubrik

Rendy Arista dari Mustahik menjadi Muzakki

Rendy Arista anak kedua dari 3 bersaudara yang orang tuanya hanyalah berjualan es keliling di desa Plaju Palembang. Pemuda berusia 21 tahun ini dahulu bersekolah di SMK jurusan tata boga, sejak kelas 2 SMK Rendy sudah mulai bekerja setiap selesai sekolah dari sore hingga malam di salah satu restoran, hal ini dia lakukan untuk membantu ekonomi keluarga. Setelah lulus SMK ingin sekali untuk dapat melanjutkan Pendidikan ke jenjang kuliah, tapi karena keterbatasan ekonomi keluarga akhirnya keinginan itu dia simpan saja.

Suatu hari ikut ngaji bareng teman-teman di salah satu kantor PLN dan melihat info di mading kantor dan ternyata ada informasi beasiswa rumah gemilang Indonesia YBM PLN bekerja sama dengan Al Azhar pada tahun 2016. Seperti merasa ini adalah salah satu jalan, maka rendy pun mencoba mengikuti seleksi, karena dia punya cita-cita ingin kuliah di luar kota dengan biaya gratis. Dan Alhamdulillah dia lulus seleksi dan mengikuti RGI di depok selama satu semester dan mengambil jurusan desain grafis.

Selesai RGI rendy kembali ke Palembang dan akhirnya dia beralih dari tata boga keahlian yang dia dapat dari SMK ke desain grafis yang dia dapatkan di RGI. Rendy pun mencoba melamar pekerjaan di salah satu percetakan yang ada di dekat masjid agung Palembang, dan Alhamdulillah diterima. Setelah bekerja rasa ingin kuliah masih ada dihati rendy dan dia pun mendaftar kuliah di UIN Raden Fattah dan diterima di jurusan Pendidikan Agama Islam. Rendy bekerja sambil kuliah, selama satu tahun dia jalani aktivitas seperti ini. Dan ternyata Rendy merasa kelelahan dan mulai ada dihati merasa kerja seperti ini hanya menghidupi visi orang saja, sedangkan visi sendiri tidak terurusi, akhirnya Rendy pun memutuskan untuk resign dari kantornya saat dia semester 3. Setelah resign itu dia mulai terpikir untuk melakukan sesuatu hal lagi untuk dapat membiayai kuliah dan membantu ekonomi keluarganya, dan dia pun terpikirkan untuk mengurus transkrip nilai RGI yang belum sempat di ambilnya. Rendy datang kekantor PLN untuk menemui amil YBM PLN yang membantu dia saat RGI dan ternyata sudah resign dan dia bertemu dengan Naufal selaku amil YBM PLN UIW S2JB yang baru dan disana dia mendapatkan masukan-masukan yang membangun dari Naufal, dan Rendy pun akhirnya memulai usaha di bidang desain grafis yang dia bangun bersama satu temannya dan diberi nama “JasaKu Media”, awalnya rendy memulai ini dengan menawarkan kepada teman-temannya jasa desainnya sekaligus percetakan. Namun untuk percetakannya dia berikan kepada orang lain karena terkendala dana produksinya.

Setahun berjalan usaha “jasaKu Media” dan sudah menghasilkan uang yang lumayan untuk membiayai kuliah dia dan juga membantu ekonomi keluarga, Rendy dilirik oleh salah satu investor untuk dibiayai mengenai alat-alat percetakan dan juga tempat untuk dijadikan kantor. Sekarang ini selain punya usaha sendiri yang JasaKu Media rendy juga dipercaya menjadi manager produksi yang mengurusi digital marketing serta produksi percetakan dan juga bakso dari investornya yaitu Juragan Group. Dari sini dia sudah dapat mempekerjakan 2 orang dan salah satunya adalah penerima manfaat BCP SMA yang dia bekerja setelah selesai sekolah. Karena bagi Rendy dia ingin dapat bermanfaat bagi orang lain dan juga dapat memberikan motivasi untuk adik-adik BCP lainnya.

“Hidup itu bukan tentang uang, tapi hidup itu tentang bagaimana kita bisa memberi kebermanfaatan untuk orang lain, dan disitu kepikiran bahwa Rasulullah mengajarkan kita untuk berdagang. Semakin keras, semakin besar apa yang kamu perjuangkan maka semakin besar juga apa yang kamu dapatkan." Ucap Rendy

Lanjut Rendy mengucapkan “Terima kasih banyak kepada YBM PLN karena sudah memberikan kesempatan dan membantu saya untuk meneruskan kuliah dan terus mendampingi kami para penerima BCP dan juga membimbing kita untuk dapat sukses, semoga Allah memberikan keberkahan selalu bagi para muzakki dan karyawan PLN serta PLN dapat terus Berjaya dan menerangi seluruh Indonesi”

Share:


Share to Facebook
Tags: