logo

Copyright ©2016 YBM PLN

Detail Rubrik

Rasa Syukur Mba Ida Atas Rumah Cahaya Berdaya Sanggar Mae

Pribahasa “bagai kacang lupa pada kulitnya” itu tidak berlaku bagi Ida Fitria (40). Dia adalah alumni dari pelatihan menjahit Sanggar Ma’e Angkatan 5 di tahun 2017. Mba Ida sapaan dari para pengurus Sanggar Ma’e ini awalnya hanya bisa menjahit saja tapi tidak bisa membuat pola dan memotong. Hal itulah yang memotivasi dia untuk mengikuti pelatihan menjahit gratis waktu itu.

Ketika pandemi covid 19 datang, akhirnya proses belajar menjahit gratis pun berhenti. Tetapi setelah kondisi mulai membaik pelatihan menjahit dibuka kembali. Salah satu pelopor dibukanya pelatihan menjahit lagi adalah Mba Ida ini. Dia mewakafkan diri dan ilmunya untuk mengajari para ibu-ibu yang ingin belajar menjahit secara gratis.

“Saya ingin bermanfaat bagi orang banyak, dulu saya tidak bisa buat pola dan memotong. Jadi saya ingin ketika sudah dapat ilmu menjahit mulai dari mengukur, membuat pola hingga menjahit ini bisa dibagikan kembali para orang-orang,” ujar Mba Ida.

Sekarang ini Mba Ida sudah mulai menerima jahitan di rumahnya. Bahkan ketika pesanan jahitan banyak Mba Ida mengajak anak-anak muridnya yang dia ajarkan di Sanggar Ma’e untuk membantunya. Baginya ketika dapat memberikan manfaat bagi orang lain ada rasa bahagia yang tak terhingga.

Share:


Share to Facebook
Tags: