logo

Copyright ©2016 YBM PLN

Detail Rubrik

Pembukaan Pendampingan Pengolahan Rumput Laut di Kepulauan Seribu

Jakarta – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN bersama Yayasan Nirunabi menindaklanjuti program pemberdayaan masyarakat di Kepulauan Seribu. Program yang berfokus melakukan pendampingan pengolahan makanan dengan bahan baku rumput laut yang akan ditangani langsung oleh penerima manfaat yang tinggal di Pulau Pramuka dan Pulau Panggang.

Pembukaan kegiatan yang dilaksanakan hari Selasa (16/2) siang, berlangsung secara virtual mengingat keadaan yang belum normal sepenuhnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua II YBM PLN, bapak Yusrizal Ibrani beserta jajarannya, Direktur Yayasan Nirunabi beserta jajarannya, serta para penerima manfaat yang didampingi oleh staff dari Yayasan Nirunabi. Nantinya program ini diharapkan mampu menghasilkan produk olahan yang berkualitas sehingga dapat dijadikan oleh-oleh khas dari Kepuluan Seribu. Berbeda dengan produk olahan yang marak di sana, program ini akan menghasilkan inovasi makanan yang lebih bervariasi, di antaranya brownis, boba, dan juga mie yang keseluruhan berbahan dasar rumput laut.

“Rumput laut ini bisa digunakan untuk berbagai macam olahan, mulai dari makanan hingga bahan untuk kosmetik. Semua tergantung pemilihan jenisnya saja. Untuk rumput laut yang kita gunakan dalam program ini lebih cocok digunakan untuk produk olahan makanan. Sehingga kita akan memaksimalkan produk makanan yang berbeda dengan yang biasa ada di sana.” Ucap Reni Fendriani, Direktur Eksekutif Yayasan Nirunabi.

Program ini didukung sepenuhnya oleh pihak YBM PLN. “Sebelum para karyawan PLN menerima gaji setiap bulannya, penghasilan mereka dipotong 2,5% untuk disalurkan kepada ibu-ibu. Jadi gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Target kita, semoga penerima manfaat minimal dapat menjadi muzakki setelah mendapatkan bantuan ini” terang pak Yusrizal Ibrani ketika memberikan sambutan.

“Kita harus bisa memaksimalkan kegiatan ini, kita buat produk olahan dari rumput laut bukan hanya menjadi produk yang terkenal tapi juga kuat dengan kualitas yang akan kita jaga” ucap pak Salman Alfarisi selaku Deputi Direktur YBM PLN.

Pelatihan pengolahan makanan ini nantinya akan dilakukan secara online dengan tetap mengadakan pendampingan secara offline. Pelatihan yang memerlukan praktek pun akan tetap diusahakan terlaksana secara berkelompok dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Meskipun pandemi belum usai, semangat masyarakat untuk memutar roda perekonomian harus terus dibangkitkan. Semoga dengan adanya kerja sama dari Yayasan Nirunabi dan YBM PLN, kita bisa membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Kepulauan Seribu.

Share:


Share to Facebook
Tags: