logo

Copyright ©2016 YBM PLN

Detail Rubrik

Ikhlas Menerima Takdir Sebagai Ladang Ibadah

Ibu Sunarsih tidak bekerja karena merawat anaknya yg di diagnosa sebagai penderita polio, usia yg sudah dewasa yakni 20 tahun, Ferry ardiansyah tidak bisa banyak berbuat apa-apa sehingga menghambat orang tuanya (bu Sunarsih 45thn) tidak bekerja lagi.

Untuk kesehariannya hanya mengandalkan bantuan dari tetangga dan penghasilan dari anak keduanya yang berjualan di konter pulsa milik tetangga nya.

Dengan penghasilan yang sangat minim bu Sunarsih mengharapkan belas kasihan dari seluruh muzzaki yang bersedia meringankan beban hidup mereka, terutama perlengkapan untuk sang buah hati mereka yakni Ferry, berupa : popok, makanan ringan, susu, alas tidur dan vitamin.

Keseharian Ferry (20thn) hanya bisa melihat televisi, namun malah televisi satu-satunya kini pun rusak, sehingga Ferry hanya bisa menjerit minta di temani oleh sang ibu.

"Saya sedih kali lihat anak sulung saya ini pak, sudah 20 tahun ya beginilah pak seperti merawat bayi selamanya, kadang saya sempat putus asa, namun karena kepolosannya memandang saya, karna mungkin saya lah harapan satu-satunya dia untuk tetap hidup di dunia ini, saya sangat mencintai anak saya ini pak" Ujar bu Sunarsih sambil meneteskan air mata.

Kondisi yang membuat bu Sunarsih putus asa kini sudah tak terlihat lagi karena bu sunarsih menjalankan peran nya sebagai seorang ibu penuh keikhlasan karena keyakinan rezeki setiap anak pastilah berbeda-beda.

Marilah kita bersyukur untuk menerima takdir yang Allah berikan ke kita. Semoga Allah memudahkan usaha dan ikhtiar kita di dunia ini. Aamiin.

Dengan Hadir nya bantuan dari YBM PLN UIP KITSUM, setidaknya dapat meringankan beban dari bu sunarsih dan keluarga, dimana harapan mereka tidak lain hanyalah tangan - tangan dari para Muzakki.

Share:


Share to Facebook
Tags: